CATATAN AKHIR KULIAH

Catatan Akhir Kuliah
Oleh: Tyas M

Dipindahkannya kuncir topi wisuda dari kiri ke kanan menandai telah terlantiknya seorang mahasiswa menjadi alumni dalam momen wisuda. Dr. Gorky Sembiring dalam ice breaking-nya di sela-sela acara wisuda di UTCC, Pondok Cabe (6/11) tadi menerangkan sedikit filosofi di balik simbolis berpindahnya kuncir teesebut. Kuncir yang berada di sebelah kiri melambangkan cara berpikir otak kiri yang logis, pasti, dan berlandaskan fakta. Sementara kuncir di sebelah kanan, melambangkan cara berpikir otak kanan yang kreatif, inovatif, dan fleksibel.

Dengan berpindahnya tali kuncir dari kiri ke kanan, artinya seorang wisudawan harus siap mengubah pola pikir teoritis, pasti, dan logis menjadi kreatif dan inovatif. Sebab, tantangan dalam masyarakat tidak semua bisa diselesaikan dengan satu teori saja. Sehingga, lulusan universitas diharapkan mampu mengolah pikir untuk membantu menyelesaikan persoalan di dalam masyarakat, secara taktis dan kreatif.

Senada dengan ungkapan Dr. Gorky, ibu Dr. Hj. Faida, Bupati Jember yang menjadi tamu istimewa dalam acara tersebut mengemukakan dalam sambutan beliau, menjadi sarjana itu belum hebat, apabila belum bermanfaat bagi masyarakat. Beliau menambahkan, status boleh tidak tetap, honor boleh tidak tetap, tetapi kuliah harus tetap. Artinya, belajar tidak boleh berhenti pada momen wisuda saja.

Sambutan dari Prof. Ojat Darojat, M.Bus PhD selaku Rektor Universitas Terbuka juga tidak kalah menggelorakan. Dari 320.000 mahasiswa aktif UT saat ini, harus ditingkatkan menjadi 1.000.000 dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, alumni UT diharapkan mampu mengedukasi masyarakat di sekitarnya agar mengenal UT lebih baik. Objektifnya, angka partisipasi masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi di Indonesia semakin meningkat.

Pada akhirnya, sebuah catatan akhir kuliah yang menjadi pekerjaan rumah bagi setiap alumni adalah, mampu menjadi representasi lulusan UT yang berperan aktif dalam pembangunan masyarakat. Agar hak menikmati pendidikan tinggi, terbuka dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada, usia berapa pun, dan latar belakang seperti apa pun.

You may also like...